Awalnya, pada Selasa lalu, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mewanti-wanti agar pengusaha media nasional Harry Tanoesoedibjo tidak terburu-buru bergabung ke partai politik, dalam hal ini Partai Nasdem.
Peringatan Priyo itu ditanggapi Sekjen DPP Nasdem Ahmad Rofiq Rabu, kemarin. Katanya, Priyo wajar mewanti-wanti karena takut Nasdem akan besar bila pengusaha muda itu bergabung ke partainya.
Tapi, bukannya takut, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie malah menganggap remeh Hary Tanoe. Meski tetap mengucapkan selamat, Ical menilai Hary Tanoe kecil alias tidak apa-apanya.
Apa tanggapan balik Rofiq?
"Hehehe. Suatu kelaziman saja. Rivalitas selalu dianggap kecil agar tetap pede. Sesungguhnya ungkapan mengecilkan sesuatu, berarti dia mengakui kebesarannya," kata Rofiq kepada
Rakyat Merdeka Online siang ini.
"Tapi bagi Nasdem tidak ada pentingnya tanggapan Ical itu. Yang penting kita sama-sama buktikan saja nanti di 2014 siapa yang lebih unggul," tandas Rofiq.
[zul]
BERITA TERKAIT: