Gabung ke Nasdem, Hary Tanoe Dicurigai Lindungi Bisnis atau Mau Ekspansi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 13 Oktober 2011, 11:31 WIB
Gabung ke Nasdem, Hary Tanoe Dicurigai Lindungi Bisnis atau Mau Ekspansi
hary tanoe/ist
RMOL. Bos MNC Grup Hary Tanoesudibjo dicurigai bergabung ke Partai Nasdem bukan semata-mata untuk berpolitik, tapi terkait dengan posisinya sebagai penguasa media.

Kecurigaan itu disampaikan pengamat politik senior Arbi Sanit kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

"Siapa yang mau merugi. Tampaknya orang-orang bisnis semakin yakin dengan masuk ke politik, bisnisnya akan lebih terlindung atau malah bisa ekspansi. Sebaliknya para para politisi, nggak punya uang, rangkul orang bisnis. Jadi ada saling membutuhkan di situ.

Sejalan dengan itu, bergabungnya Hary Tanoe ke Partai Nasdem tidak akan membuat perpolitikan Tanah Air menjadi produktif. Justru akan terjadi konflik kepentingan, terkait posisinya sebagai pengusaha dan politisi.

"Malah bisa terjadi konflik kepentingan. Kita melihat bagaimana contoh Bakrie, banyak sekali konflik kepentingan. Ini Nasdem, belum apa-apa sudah buka konflik kepentingan. Apalagi Tanoe bisnisnya banyak dipertanyakan orang. Belum lagi perselihannya dengan Tutut," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA