Kecurigaan itu disampaikan pengamat politik senior Arbi Sanit kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
"Siapa yang mau merugi. Tampaknya orang-orang bisnis semakin yakin dengan masuk ke politik, bisnisnya akan lebih terlindung atau malah bisa ekspansi. Sebaliknya para para politisi, nggak punya uang, rangkul orang bisnis. Jadi ada saling membutuhkan di situ.
Sejalan dengan itu, bergabungnya Hary Tanoe ke Partai Nasdem tidak akan membuat perpolitikan Tanah Air menjadi produktif. Justru akan terjadi konflik kepentingan, terkait posisinya sebagai pengusaha dan politisi.
"Malah bisa terjadi konflik kepentingan. Kita melihat bagaimana contoh Bakrie, banyak sekali konflik kepentingan. Ini Nasdem, belum apa-apa sudah buka konflik kepentingan. Apalagi Tanoe bisnisnya banyak dipertanyakan orang. Belum lagi perselihannya dengan Tutut," tandasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: