"Mestinya, kalau logikanya jalan, satu barang dikerjakan dua orang, ya akan efektif dua orang. Asal jangan kebanyakan. Kalau kebanyakan nanti akan berebutan nanti," kata pengamat politik Arbi Sanit kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Tapi dia tidak yakin logika itu akan berjalan. Hal ini berkaca pada beberapa kementerian yang sudah memiliki wakil kementerian, tapi tetap saja masih kinerja tidak bagus. Misalnya, Kementerian Perhubungan. Kecelakaan masih kerap terjadi.
"Nggak ada gunanya. Tidak lebih baik kebijakan menterinya," ungkapnya.
Justru dia melihat, kebijakan menambah Wamen itu upaya SBY untuk menambah pendukung dari kalangan birokrat. Karena selama ini, wamen berasal dari kelompok tersebut.
Sebelumnya, sudah ada 10 wakil menteri. Berikut nama-namanya:
1. Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo
2. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
3. Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun
4. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar
5. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi
6. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono
7. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak
8. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal
9. Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo
10. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.
[zul]
BERITA TERKAIT: