"Ini kan ketemu dengan, baik posisi (SBY) sebagai Presiden, maupun sebagai komandon koalisi, ketua koalisi, saya pikir biasa saja. Nggak ada hal yang perlu kita siapkan. Ketua Umum ketemu sesama pimpinan koalisi atau kapasitas menteri ketemu Presiden kan sudah biasa," kata Jurubicara PPP Muhammad Arwani Thomafi kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Meski begitu, PPP memang sudah menyiapkan saran yang akan disampaikan ke Presiden untuk perbaikan pemerintahan ke depan. Meski, Sekretaris Fraksi PPP ini tak mau membocorkannya.
"Nanti akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum (SDA) ke Presiden. Karena yang berhak mendengarkan adalah Presiden. Kalau yang berhak menyampikan akan lebih nyambung," dalihnya.
Soal keputusan apa yang akan diambil Presiden terkait dua menteri PPP di Kabinet Indonesia Bersatu II, yaitu menteri Agama Suryadharma dan Menteri Perumahan Suharso Monoarfa, PPP juga siap. Karena PPP menghormati bahwa
reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. "Kita siap dengan apa yang dilakukan (SBY). Toh kita juga yakin kontrak koalisi. Semua akan dikomunkasikan. Jadi nggak terlalu khawatir," tandas politisi muda ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: