Makanya, bagi Wakil Sekretaris Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding, ada atau tidak adanya
reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, tidak akan membawa perubahan signifikan terhadap perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Karena itu kan tergantung dari kepemimpinan nasional yang berkarakter dan tegas," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Kunci sukses
reshuffle KIB II diingatkannya ada pada sifat kepemimpinan SBY sendiri.
"Kalau Pak SBY juga masih menganut pola-pola kepemimpinan yang kayak kemarin, lebih mengedepankan citra ketimbang implementasi dari program-progam yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, saya kira
reshuffle tidak akan membawa dampak yang siginifikan," tandasnya.
Tapi menurutnya, kalau pun memang akan merombak kabinet, SBY harus menempatkan orang yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk duduk di jajaran pemerintahan. Untuk itu, SBY harus mengesampingkan kompromi politik dengan partai pendukungnya.
Siapa menteri yang layak dicopot?
Menurutnya, menteri-menteri yang jajaran di kementeriannya tersangkut kasus suap, seperti Menteri Negara Pemuda Olahgara Andi Mallarangeng, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo harus di-
reshuffle. Begitu juga Menteri Perhubungan Freddy Numberi harus dicopot. Karena dia gagal membenahi sistem transportasi terbukti dengan banyaknya kecelakaan.
[zul]
BERITA TERKAIT: