Salah satu acara yang menarik turis berkunjung ke Bali Utara adalah penyelenggaraan Festival Danau Batur. Festival yang dilaksankan 10-11 Oktober 2011 ini digelar di depan dermaga Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Berbagai kegiatan budaya dilakukan, di antaranya
workshop dan seminar pariwisata, lomba perahu air, lomba menghias buah dari 16 hotel berbintang. Selain itu, ada juga konser musik yang diisi musisi legendaris Koes Ploes dan Ebiet G Ade. Tak ketinggalan lomba masak ikan mujair yang merupakan ikan khas dari Danau Batur juga diselenggarakan pada kesempatan itu.
Dalam sambutannya, Menbudpar Jero Wacik menerangkan, Bali Utara, khususnya wilayah Kintamani memiliki fanorama alam luar biasa. Di Gunung Batur terdapat dua kaldera purba raksasa, kaldera luar dan kadera yang begitu indah. Selain itu, ada juga danau yang berbentuk bulan sabit dengan ukuran 7 x 2,5 kilometer.
Di wilayah ini juga banyak objek wisata mata air panas. Di antaranya di Desa Toboyungkah, Desa Tua Trunyan, Desa Pure Ulun Danu, dan Desa Panelokan. Karena keindahanya, sejak Februari lalu, Kemenbudpar telah mendaftarkan Danau Batur ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan dan menjadi anggota Global Geopark Network (GGN).
Wacik mengakui, festival kali ini berlangsung sangat sederhana. Namun festival ini memiliki makna yang banyak untuk perkembangan wisata Kintamani. "Dengan adanya festival ini, turis-turis jadi tahu bukan hanya Bali Selatan yang indah, di Utara juga sama," kata Wacik.
Wacik berjanji, ke depan festival akan digelar lebih meriah lagi. Acara juga akan dilakukan lebih panjang. Sehingga makin menarik untuk dikunjungi. "Bila perlu ada pawai, sehingga lebih menarik," katanya, Selasa (11/10).
Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenbudpar M Faried menambahkan, Festival Danau Batur merupakan salah satu bentuk promosi pariwisata di Tanah Air yang diharapkan dapat meningkatkan pemerataan distribusi.
"Selama ini wisatawan yang datang ke Pulau Dewata hanya terpusat di wilayah selatan, sedangkan daerah lainnya jumlah pelancongnya masih minim. Oleh karena itu perlu ada pemerataan distribusi," kata Faried.
Faried menambahkan, acara ini sengaja digelar di wilayah Kintamani. Alasannya, daerah ini memiliki pesona alam yang fantastis. Selain itu, wilayah ini juga memiliki akses yang cukup baik dengan didukung sarana akomodasi yang memadai.
[zul]
BERITA TERKAIT: