"Itu hanya basa-basi bahwa dia tidak ingin ada kegaduhan," kata pengamat politik Ray Rangkuti kepada
Rakyat Merdeka Online pag ini.
Justru, kegaduhan politik ini terkait dengan wacana
reshuffle KIB II bersumber dari Presiden SBY sendiri. Pertama, SBY membiarkan wacana
reshuffle ini berkembang selama sebulan lebih. Otomatis hal ini akan menjadi pembicaraan publik dan terjadi perang urat syaraf di antara partai politik pendukung pemerintah.
"Kedua, dia sendiri yang memancing publik untuk bicara itu," jelas Ray.
Hal itu dikatakan Ray menanggapi sikap Presiden yang kerap memancing publik untuk berbicara soal
reshuffle. Pertama pada 20 September lalu, SBY menghampiri wartawan dan bertanya isu apa yang sedang hangat. Setelah dijawab soal
reshuffle, SBY malah menjawab tunggu tanggal mainnya.
Ketiga, tepatnya kemarin, SBY bertanya ke wartawan apakah sudah mendapat bocoran tentang menteri yang akan diganti. Belum lagi, masih kata Ray, SBY bicara
reshuffle di berbagai forum, mulai dari forum pengusaha sampai forum organisasi kemasyarakatan.
"Jadi itu watak pembohong yang selalu merasa benar dan orang lain dianggap salah. Watak pembohong itu tidak pernah sadar bahwa sumber masalah ada darinya," tegas Ray.
[zul]
BERITA TERKAIT: