"Itu kan cuma omongannya Daniel. Kenyatannya tidak begitu," kata mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra kepada
Rakyat Merdeka Online malam ini.
Alasan pencopotannya pada KIB I adalah salah satu contohnya. Yusril dicopot berdasarkan alasan politis, bukan kinerja.
"Kalau kinerja sih, Anda tanya pada orang lah. Untuk menjadi Mensesneg siapa sih yang lebih kapabel pada waktu itu. Tapi persoalannya lebih banyak pada persoalan politik," terangnya.
Bahkan, kata Yusril, belakangan SBY sendiri yang mempertegas kebenaran dugaan tersebut. Partai Bulan Bintang, yang saat itu ia pimpin, hanya memiliki 13 kursi di DPR. Pada saat itu lah, SBY heran, kenapa PBB yang hanya 13 kursi di DPR, tapi menempatkan 2,5 kadernya di kabinet.
"Yang dua itu saya sama (MS) Kaban (Menteri Kehutanan). Yang setengah itu Jaksa Agung (Abdurrahman Saleh). Dia sih tidak bilang tiga (orang), dia bilang 2,5," ungkapnya.
Karena kursi PBB di DPR sedikit menjadi alasan dirinya diganti.
"Sesuai dong, kalau nanti ada interpelasi, ada angket di DPR, ada
impeachment, PBB cuma 13 orang. Kan tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya kita diganti. Padahal kalau dilihat sejarahnya tanpa PBB, dia tidak bisa nyalon jadi Presiden," tegasnya.
Karena pada awalnya, SBY hanya didukung Partai Demokrat dan PBB. Sedangkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia bergabung belakangan. Dan dukungan partai ini juga, kata Yusril tidak signifikan.
[zul]
BERITA TERKAIT: