Hal itu dikatakan ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra kepada
Rakyat Merdeka Online malam ini.
"SBY itu dalam menyusun kabinet terbawa kepada pemikiran seolah-olah pemerintah kita ini parlementer. Menyusun kabinet itu, dia hitung betul kekuatan di DPR. Berapa banyak yang ada di pemerintahan, berapa banyak yang ada di oposisi. Makanya dia bentuk terus koalisi," katanya.
Makanya, hanya di Indonesia negara yang menerapkan sistem presidensial tapi pemerintahannya membentuk koalisi.
"Anda lihat saja di dunia ini, apa ada (negara) presidensial yang punya koalisi. Nggak ada. Hanya SBY saja. Mana ada koalisi di Brazil, di Filipina yang menggunakan sistem presidensial. Amerika apalagi. Mana ada koalisi. Koalisi itu ada pada sistem parlementer. Sistem presidensial pakai koalisi, aneh," cetus mantan menteri kehakiman ini.
SBY membentuk koalisi karena selalu ketakutan menghadapi DPR. Dia kuatir, kalau sewaktu-waktu DPR mengajukan interpelasi, angket, apa lagi
impeachment, sementara pemerintahannya tidak mendapatkan
back-up yang kuat.
"Presiden dilanda kekuatiran yang sangat besar dalam hal ini. Akibatnya dia menyusun kabinet itu menghitung kekuatan yang ada di DPR," demikian Yusril.
[zul]
BERITA TERKAIT: