Akan lebih penting kalau misalnya SBY dalam kesempatan tersebut menjelaskan ke publik alasan utama
reshuffle dan target apa yang akan dicapai setelah merombak Kebinet Indonesia Bersatu II.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari The Indonesian Institute, Hanta Yuda AR kepada
Rakyat Merdeka Online siang ini.
Pada bagian lain dia memandang, SBY hingga saat ini belum juga memutuskan siapa saja menteri yang akan dicopot karena dua hal. Yaitu, pertama SBY terlalu akomodatif karena ingin membuat keharmonisan di antara partai politik pendukungnya.
"Kedua, partai politik mengintervensi," jelasnya.
Karena dua hal tersebut, Hanta Yuda ragu klaim Istana bahwa perombakan kabinet untuk meningkatkan kinerja para menteri. Yang ada adalah
reshuffle berdasarkan alasan politis. Padahal menurutnya, alasan utama yang harus dijadikan untuk mencopot menteri adalah soal kinerja dan akseptabilitas publik terhadap sang menteri.
[zul]
BERITA TERKAIT: