"Itu adalah dampak dari Pak SBY yang ingin me-
reshuffle, tapi dengan membuat semacam drama, 'Saya akan
reshuffle'. Atau orang di lingkaran utama Istana sejak dulu bilang akan ada
reshuffle," kata pengamat politik Hanta Yuda AR kepada
Rakyat Merdeka Online siang ini.
Hal itu dikatakan Hanta menanggapi bantahan Presiden SBY dalam konferensi pers kemarin bahwa sejumlah nama yang saat ini ramai dibicarakan bakal masuk kabinet bukan berasal dari dirinya.
Karena belum juga mengambil keputusan soal
reshuffle ini, membuat banyak pihak berkepentingan memunculkan nama-nama yang bakal dicopot atau nama-nama yang bakal masuk KIB II. Bahkan bukan tak mungkin ada sebagian orang yang melobi untuk diangkat menjadi menteri.
"Padahal hal ini adalah mudah bagi Presiden. Kapan pun dia mau
reshuffle, bisa. Kalau mau
reshuffle, reshuffle saja secepatnya," kata peneliti The Indonesian Institute ini.
Karena belum juga memberikan kepastian, masih kata Hanta, hal ini sedikit banyak juga akan membuat kinerja para menteri terganggu. Sebagai manusia, tentu ada sikap was-was apakah mereka akan dicopot atau tidak. "(Ketidakpastian) ini juga akan berpengaruh ke pasar secara ekonomi," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: