Kepada
Rakyat Merdeka Online sesat lalu, anggota Komisi VI DPR Ferrari Romawi menilai pendapat Menteri Hidayat itu bagus. Selain tidak ingin produsen luar negeri mendapatkan untung, jelas politisi Demorat ini, MS Hidayat juga ingin membuat industri rotan dalam negeri bergairah dan mendapatkan jaminan stok bahan baku.
"Jadi dalam perspektif industri betul itu kan. Tetapi rotan yang tidak terserap industri itu mau dikemanakan," katanya sambil mengatakan bahwa kalau rotan berlimpah dalam negeri, otomatis harga juga akan murah. Dan dalam konteks itu lah, Menteri Mari merasa punya tanggung jawab. Karena jangan sampai, terserap tidak, diekspor juga tidak.
Untuk menengahi dua menteri tersebut, harus didapat terlebih dahulu data yang konkret tentang produksi dan kebutuhan rotan dalam negeri.
"Harus kita pelajari betul produksi rotan itu ada berapa sih sebenarnya. Berapa sih yang dibutuhkan industri dalam negeri. Harus kita lihat dulu, banyak nggak sih yang diserap industri dalam negeri. Kedua bagaimana pengawasannya kalau seandainya pun tetap ekspor," ungkapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: