EKSPOR ROTAN

Saling Ngotot Antara Menteri Mari E Pangestu dan Menteri MS Hidayat dapat Dimaklumi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 28 September 2011, 12:57 WIB
Saling Ngotot Antara Menteri Mari E Pangestu dan Menteri MS Hidayat dapat Dimaklumi
ferrari romawi/IST
RMOL. Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dimaklumi memiliki perbedaan pendapat tentang kebijakan ekspor rotan. Karena keduanya memiliki dasar argumen masing-masing. MS Hidayat menegaskan ekspor bahan baku rotan harus distop. Sedangkan Menteri Mari berpendapat sebaliknya.

Kepada Rakyat Merdeka Online sesat lalu, anggota Komisi VI DPR Ferrari Romawi menilai pendapat Menteri Hidayat itu bagus. Selain tidak ingin produsen luar negeri mendapatkan untung, jelas politisi Demorat ini, MS Hidayat juga ingin membuat industri rotan dalam negeri bergairah dan mendapatkan jaminan stok bahan baku.

"Jadi dalam perspektif industri betul itu kan. Tetapi rotan yang tidak terserap industri itu mau dikemanakan," katanya sambil mengatakan bahwa kalau rotan berlimpah dalam negeri, otomatis harga juga akan murah. Dan dalam konteks itu lah, Menteri Mari merasa punya tanggung jawab. Karena jangan sampai, terserap tidak, diekspor juga tidak.

Untuk menengahi dua menteri tersebut, harus didapat terlebih dahulu data yang konkret tentang produksi dan kebutuhan rotan dalam negeri.

"Harus kita pelajari betul produksi rotan itu ada berapa sih sebenarnya. Berapa sih yang dibutuhkan industri dalam negeri. Harus kita lihat dulu, banyak nggak sih yang diserap industri dalam negeri. Kedua bagaimana pengawasannya kalau seandainya pun tetap ekspor," ungkapnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA