"Koordinasi sudah berjalan baik," kata Kabid Penum Polri, Kombes Boy Rafli Amar pagi ini.
Namun, dia menegaskan, menangkap pelaku teror itu tak semudah mengatakan. Karena itu kerjasama semua pihak mutlak harus dilakukan.
"Namun demikian kita melihat dinamika di lapangan terhadap pelaku ini adalah yang kejahatan yang luar biasa,
extra ordinary crime," katanya.
Boy tak menampik menemukan hambatan dalam menumpas gerakan terorisme.
"Hambatannya, kami lihat justru pada objek. Yang kita cari, latar belakangnya tidak seperti kejahatan konvensional. Mereka sudah mempersiapkan diri, mengikuti pelatihan di
camp-camp militer, memiliki militansi yang tinggi," imbuhnya.
Bukankah Polri sudah memegang data-data yang diduga terkait dengan jaringan teror?"Benar, kita punya data-data mereka yang sudah berbaur dengan masyarakat dan yang masih bergabung dengan kelompok teror. Tapi sekali lagi yang kita hadapi adalah kelompok manusia yang terus bergerak," tandasnya di
Metro TV.
[zul]