"Apa yang dilakukan pelaku bertentangan secara vertikal dengan prinsip-prinsip ketuhanan dan secara horizontal bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan," kata Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini.
Karena berlawanan dengan dua prinsip di atas, lanjut Saleh, maka segala aksi kekerasan harus dibumihangsukan dari bumi Indonesia yang cinta damai.
"Karena itu, Pemuda Muhammadiyah mengimbau semua elemen pemuda, anak bangsa bahu-membahu segera merapatkan barisan tanpa memandang suku, agama dan ras untuk memberantas tindakan yang tidak berketuhanan dan berkemanusiaan semacam itu," ajaknya.
Aksi kekerasan dan bom bunuh diri yang masih saja terjadi membuktikan bahwa saat ini Indonesia sedang dijajah oleh perilaku teror. Hal ini harus menjadi kesadaran bersama. Makanya, Saleh mengingatkan, sudah seharusnya para pemuda dan umumnya semua komponen anak bangsa melakukan perlawanan.
"Perlawanan pertama, bila ternyata ada orang di sekitar kita yang dicurigai akan sedang melakukan perencanana terorisme, segera laporkan ke polisi. Itu
hard fight," bebernya.
"Kedua,
soft fight. Kita harus mengantisipasi jangan sampai ada saudara, kader, dan teman kita yang direkrut melakukan tindakan teror.
Soft fight adalah perlawanan dalam bentuk antisipasi melalui pendidikan, ekonomi, dan anti radikalisasi di masyarakat," sambungnya.
Dua bentuk perlawanan ini, tambah Saleh, harus sama-sama dikerjakan dalam memberantas tindakan terorisme.
[zul]