"Ini dalam rangka menyatukan kembali KNPI dan menyatukan kembali arah perjuangan pemuda Indonesia," kata Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini.
Saleh memang telah mendengar adanya keinginan kedua belah pihak untuk menggelar kongres bersama. Iktikad baik itu, diharapkan, disambut baik dan diapresiasi semua pihak, yang menjadi stake holder KNPI.
"Perlu digaris bawahi, masing-masing kelompok ini telah pernah dinyatakan sebagai pengurus KNPI. Karena itu jangan sampai persengketaan kedua belah pihak diwariskan kepada para pendukung masing-masing. Makanya harus diselesaikan masalah ini secara baik tanpa ada yang harus dipermalukan," harapnya.
Namun, dosen Ilmu Politik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengingatkan, keinginan kedua belah pihak untuk menggelar kongres bersama tidak cukup disampaikan secara lisan tapi harus dibuktikan secara konkret dengan melakukan penandatanganan kesepakatan dan kesepahaman antara kedua belah pihak.
Saleh, yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan hal tersebut, karena kedua belah pihak sama-sama mengirim surat undangan dan pemberitahuan ke semua ormas kepemudaan, termasuk Pemuda Muhammadiyah, bahwa KNPI akan menggelar kongres bersama. Akhirnya, setiap ormas kepemudaan sama-sama menerima dua undangan, dari kubu Aziz Syamsuddin dan blok Ahmad Dolia Kurnia.
"Kita meminta agar egoisme sektoral dikesampingkan dalam rangka mencapai kepentingan yang lebih besar. Jadi jangan sampai (keinginan kongres bersama) hanya simbolisasi," tandas Saleh, yang sebelumnya pernah menginisiasi untuk mempertemukan dua kepengurusan KNPI tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: