"Jadi, jam dua siang. Memang penyidik jam dua siang setelah shalat Jumat nyuruh datangnya," ucap Elza saat dihubungi wartawan di Mabes Polri, Jakarta.
Elza juga memastikan kedatangan Dewi Yasin bersama tim kuasa hukumnya untuk memenuhi panggilan penyidik Mabes Polri.
"Datang-datang," ujarnya.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam Kemarin (18/8) di kantornya, Jakarta, mengatakan, dari hasil gelar perkara kasus surat palsu MK masih perlu dilakukan pemeriksaan-pemeriksan lagi. Termasuk, pemeriksaan terhadap Dewi Yasin Limpo.
"Kemarin itu sudah dilakukan pemeriksaan tapi belum selesai yang bersangkutan ijin, nah nanti akan ditindaklanjuti besok hari Jumat (hari ini)," kata Anton.
Dewi telah diperiksa, Senin lalu. Dia ditanyai 26 pertanyaan terkait surat-menyurat antara MK dan Komisi Pemilihan Umum serta hubungan antara dirinya dan saksi lain, seperti Andi Nurpati (mantan anggota KPU) dan Arsyad Sanusi (mantan hakim MK).
Dewie mengaku tak tahu-menahu perihal pemalsuan surat MK terkait sengketa Pemilu 2009 di wilayah Sulawesi Selatan I. Dewi diduga memiliki peranan penting dalam kasus itu. Dalam putusan MK, calon legislatif dari Daerah Pemilihan Sulsel I itu tak mendapat kursi di DPR. Surat keputusan MK lalu dipalsukan sehingga Dewie memperoleh kursi.
Setelah itu, MK mengoreksi keputusan KPU dan memberikan kursi kepada Mestariani Habie dari Partai Gerindra. KPU lalu membatalkan keputusan, tiga hari kemudian.
[wid]
BERITA TERKAIT: