CAPRES 2014

Hatta Rajasa Jauh di Atas Ical

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 08 Agustus 2011, 22:58 WIB
Hatta Rajasa Jauh di Atas Ical
hatta-ical/ist
RMOL. Kader Partai Amanat Nasional setuju dengan hasil beberapa survei dan kajian yang menunjukkan kalau Hatta Radjasa memiliki elektabilitas yang tinggi untuk jadi Presiden dibandingkan Aburizal Bakrie. Elektabilitas Hatta Rajasa berada jauh di atas dari hanya sekedar kepopuleran Aburizal Bakrie.                             

"Tingkat pengenalan terhadap Pak Ical memang tinggi.Yang tahu Pak Ical sudah banyak tapi tidak diimbangi dengan rasa ingin memilih dia. Rakyat sudah jenuh dengan Pak Ical," ujar Sekrtaris Teman Anak Muda Partai Amanat Nasional (Tampan), Syahminan Pohan dalam rilis yang diterima redaksi (Senin, 8/8).

Potensi antusiasime terhadap Hatta Radjasa dari kelompok muda setidaknya jadi alasan tolak ukurnya. Hatta Radjasa sudah sangat familiar di jejaring mahasiswa serta para pengusaha muda. Hal sebaliknya tidak terjadi dengan Ical. Kefamiliaran Ical kalah jauh dibandingkan Hatta. "Besarnya sokongan mahasiswa di seluruh nusantara terhadap permasalahan lumpur Lapindo adalah salah satu ukuran yang meyakinkan bahwa Aburizal Bakrie kurang diterima di oleh mereka," kata Syahminan.

Jejaring kelompok muda yang dimiliki Hatta, kata Syahminan yakin, hanya bisa dibandingkan dengan bekas Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung. Elektabilitas Hatta Rajasa untuk kalangan anak muda tidak akan terpaut jauh dari elektabilitas Akbar Tanjung.

"Elektabilitas di kalangan muda bisa digunakan untuk memudahkan pendekatan terhadap pemahanan bahwa terkenal saja tidak cukup dijadikan pembenaran untuk bisa terpilih menjadi Presiden. Memang elektabiitas di kelompok muda juga tidak serta merta bisa menjamin terpilih Hatta menjadi Presiden, namun elektabilitas lebih berpeluang terpilih bila dibandingkan hanya sekedar terkenal," terangnya.

Diingatkan Syahminan, keterkenalan Aburizal Bakrie muncul lebih didominasi akibat kegagalan kelompok usaha keluarganya (PT Lampindo Berantas) dalam memberikan rasa adil dan membuat puas hati masyarakat di Porong, Sidoarjo. Keterkenalan Aburizal Bakrie di Sidoarjo lah yang jadi bibit yang menyumbang keterkenalan Aburizal Bakrie.
 
"Kalaupun kami harus sepaham dengan Partai Golkar bahwa Aburizal Bakrie terkenal dari berbagai warna, maka menurut kami warna lumpur Lapindo-lah yang menjadi penyumbang terbesar menciptakan keterkenalan itu," sebutnya.

"Hatta Rajasa memiliki elektabilitas yang rasional dan terukur minimal dihadapan kelompok muda sehingga bukan hanya sekedar terkenal semata. Tentu agar lebih baik, Hatta Rajasa harus lebih meningkatkan lagi elektabilitasnya dengan menyentuh secara langsung dan konkrit kelompok muda dilingkungan pelajar, buruh dan pengangguran sebab potensi suara mereka sangat signifikan untuk mendongkrak elektabilitasnya dikalangan muda," cetusnya. [dem]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA