Pemerintah Iran mengklarifikasi bahwa pria yang tewas ditembak oleh dua pria yang mengenderai sepeda motor tersebut bernama Dariush Rezainejad. Meski Rezainejad bekerja untuk Kementerian Pertahanan Iran, akan tetapi dia bukanlah ilmuwan nuklir pemerintah Iran. Rezainejed merupakan mahasiswa S2 di Universitas Khajeh, Teheran.
Penembakan terjadi dirumah Rezainejad yang letaknya tak jauh dengan Markas Intelijen Iran. Serangan tersebut ditanggapi serius oleh ketua Parlemen Iran Ali Larijani. Selain mengecam pembunuhan tersebut, Lari jani juga menuduh adanya konspirasi besar antara Zionis Israel dan Amerika Serikat yang ingin memperburuk citra Iran dimata dunia internasional dan untuk menghentikan program nuklir Iran.
Pernyataan Ali Larijani ini di amini oleh Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. Presiden yang memang tidak disukai oleh pihak Israel dan Amerika Serikat ini mengatakan isu seputar pembunuhan ini tidak akan menganggu atau menghentikan Iran untuk mengembangkan nuklirnya.
"Tidak diragukan lagi jika rezim Zionis dan pemerintah Barat terlibat dalam pembunuhan para ilmuwan nuklir Iran," ujar Ahmadinejad yang menganggap Israel dan Amerika Serikat sebagai dalang terbunuhnya para ilmuwan nuklir Iran, seperti dilansir
Aljazeera (Minggu, 24/7).
Selama beberapa tahun terakhir ilmuwan nuklir Iran telah mendapatkan teror dari pihak yang tidak diketahui. Teror-teror tersebut telah membunuh 3 ilmuwan nuklir. Sekedar catatan, dalam dua serangan terpisah pada tahun 2010, Majid Shahriari dan Massoud Ali Mohammadi tewas sementara Feriedoun Abbasi, kepala saat Organisasi Energi Atom Iran, terluka.
[dem]
BERITA TERKAIT: