Jusuf Kalla: Umat Islam Indonesia Jadi Pengusaha agar Ekonomi Tak Tergantung pada Asing

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 21 Juli 2011, 13:11 WIB
Jusuf Kalla: Umat Islam Indonesia Jadi Pengusaha agar Ekonomi Tak Tergantung pada Asing
jk/ist
RMOL. Sejarah peradaban Islam adalah sejarah para pedagang. Karena itu peradaban Islam selalu berada dalam posisi moderat, di antara peradaban agama lain.

Namun pada perkembangan selanjutnya, Islam masuk ke wilayah Barat dan Afrika melalui peperangan. Tidak heran beberapa negara di sebagian Timur Tengah dan Afrika Utara menggunakan lambang pedang.

Hal ini berbeda dengan penyebaran Islam ke wilayah Indonesia. Islam di Indonesia disebarkan oleh para pedagang. Penyebaran Islam dilakukan tanpa kekerasan sama sekali.

Demikian disampaikan mantan Presiden Muhammad Jusuf Kalla saat menyampikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, pagi ini (Kamis, 21/7).

"Maka seharusnya warga Islam di Indonesia memiliki jiwa kewirausahaan sehingga dapat menguatkan perekonomian dalam negeri dan dapat memutus ketergantungan Indonesia kepada pedagang asing," kata JK, panggilan Jusuf Kalla.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini juga mengingatkan bahwa rukun Islam terdiri dari lima hal, yaitu syahadat, shalat, shaum, zakat, dan haji. Menariknya, ibadah zakat dan haji hanya diwajibkan bagi kaum muslim yang mampu.

"Artinya kedua rukun ini menuntut orang harus memiliki kemampuan untuk mendapatkan kemakmuran bagi dirinya sendiri maupun orang lain," demikian JK. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA