Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengatakan, wirausaha merupakan ujung tombak bagi perekonomian nasional. Sebab, jika wirausaha tumbuh, akan mampu menopang perekonomian sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru. Dampak jangka panjangnya adalah mengurangi tingkat kemiskinan. Efek sosial kemasyarakatan itulah yang melahirkan program Gerakan Magang Nasional.
"Program ini merupakan salah satu cara untuk memberikan pengetahuan terhadap calon wirausaha. Target kami kaum muda, yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang fresh graduated (baru lulus, red)," ujar Syarief usai menghadiri acara
Ayo Berwirausaha yang digelar Ikatan Keluarga Waratawan Indonesia (IKWI) di Jakarta, kemarin.
Menurut Syarief, tujuan dari program ini salah satunya mentransfer pengetahuan. Dalam menjalankan program ini, Kemenkop akan bekerja sama dengan perusahaan yang telah terbukti berkualitas untuk memberikan pelatihan kepada peserta.
Melalui program magang tersebut, diharapkan mampu membuka wawasan dan memberikan motivasi bagi peserta untuk terjun langsung ke dunia usaha.
"Kita terus berupaya meningkatkan entrepreneur (wirausahawan). Saat ini, entrepreneur yang eksis baru mencapai 0,24 persen. Masih sangat sedikit dibandingkan dengan negara lain seperti China," katanya.
Terkait permodalan bagi calon wirausahawan. Syarief menjelaskan, pemerintah telah berkomit-men menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp20 triliun. Dari target KUR tersebut, yang sudah terealisasi Rp15 triliun atau 80 persen Hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah menumbuhkembangkan wirausahawan baru.
"Meskipun pada praktiknya KUR tanpa agunan dengan maksimal pinjaman Rp20 juta masih sulit diterapkan di beberapa daerah, namun kita terus mengeliminir kekurangan itu. Sebab, ini merupakan kebijakan pemerintah yang harus dijalankan," katanya.
[zul]
BERITA TERKAIT: