"Anas mestinya keluar seperti JK. Waktu (JK) dituduh ada politik uang, dia keluar. Ya, apa salahnya. memberi tiket ke DPP-DPP yang memilih dia dan seterusnya. Nggak apa-apa kalau dia begitu. Karena political financing itu diperlukan dimana-dimana, di Amerika juga. Tapi tidak ada yang tidak mengaku atau nyolong gitu loh," kata pengamat politik senior Soegeng Sarjadi di
Metro TV menanggapi tudingan Nazar.
Pada Maret 2011 lalu, JK diberitakan
Harian The Age dengan mengutip sumber
Wikileaks melakukan politik pada saat Musyawarah Nasional Golkar di Bali 2005 lalu. JK, yang pada saat itu berada di Jepang, langsung memberikan klarifikasi ke publik. JK membantah melakukan politik uang meski mengaku memberikan biaya akomodasi dari kantongnya sendiri kepada peserta Munas.
"Kebiasaan di partai itu kalau selesai Munas, selalu peserta banyak, ketika itu peserta Kongres ada 3 ribu orang, begitu selesai yang menang biasanya bayar tiket pesawat dan hotelnya, itu yang terjadi. Kita kan ada tim suksenya, masa mereka tidak dibayar hotel dan tiket pesawatnya, jumlahnya tidak besar, tidak sampai jutaan dollar, jelas salah itu," kata JK waktu itu.
[zul]
BERITA TERKAIT: