"Ini memang gempa politik bagi Anas Urbaningrum secara pribadi maupun bagi Demokrat yang ia pimpin," kata peneliti senior Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat ditanyakan mengenai kans Anas pada pemilihan presiden 2014 mendatang setelah adanya serangan tersebut.
Menurut Burhan, ada persoalan di internal partai yang membuat kursi yang diduduki Anas saat ini begitu panas dan menarik banyak pihak untuk terlibat dalam menyongsong 2014. Panasnya kursi yang diduduki Anas Urbaningrum bukan semata-mata karena besarnya partai Demokrat, tapi karena Partai Demokrat sampai saat ini belum punya putra atau putri mahkota untuk didukung pada 2014.
"Jadi banyak pihak yang menginginkan itu. Poin di atas segalanya adalah Anas Urbaningrum harusnya sadar kursi yang ia duduki panas, tiap celah yang membuat lawan politiknya menyerang itu harus ditutup dari awal. Ini yang saya kira dia tidak sadari dengan merekrut Nazaruddin menjadi bendahara," katanya di
Metro TV.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: