"Saya kemarin bicara dengan salah satu petinggi Polri. Katanya, keberadaan Nazaruddin sudah terdeteksi. Posisinya antara Batam dan Singapura. Tidak jauh dari situ," kata anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Dia yakin, dengan kemampuan Polri dan intelijen, ditambah Nazaruddin juga sudah masuk dalam daftar buron internasional tidak terlalu sulit untuk menangkap mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu. Tapi, dari hasil pembicaraan dia dengan petinggi Polri tersebut, tersirat bahwa Polri masih meragukan instruksi Presiden SBY tersebut. Hal itulah saat ini yang masih menjadi kendala.
"Ya apakah memang serius untuk menangkap Nazaruddin atau memang hanya untuk pencitraan. Kita nggak tahu apakah setelah pidato itu langsung disertai dengan instruksi resmi. Jangan-jangan hanya di media saja," katanya.
Apakah sikap SBY itu berpengaruh terhadap sikap Polri?"Sangat berpengaruh. Institusi Polri itu di bawah kekuasan Presiden. KPK juga, meski memang independen, akan tetapi, usulan nama kan dari pemeritah," ungkapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: