Setelah PPP, kini giliran Hanura, melalui Wakil Sekjennya, Saleh Husin, yang mengungkapkan demikian. Saleh mengatakan itu saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
"Seluruh pemikiran, perhatiannya harus tercurah untuk mengurusi negara ini. Nah untuk masalah partai, harusnya diurusi saja oleh ketua umum beserta jajaran ke bawahnya. Sebaiknya Pak SBY tidak lagi terlibat di urusan partai. Karena ketika beliau menjadi presiden, berarti itu sudah menjadi milik seluruh bangsa," ungkap Saleh.
Tak hanya itu, menurut politisi muda ini, SBY juga tidak perlu lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Karena, meski tidak lagi di partai, semua orang sudah tahu bahwa Demokrat adalah SBY. Karena itu, SBY tidak perlu takut akan digoyang kadernya kalau memang betul akan keluar.
"Nggak lah kalau memang kepemimpinannya, tegas, bagus saya kira orang juga, dalam hal ini di dalam Demokrat, nggak akan mau. Karena bagaimana pun Demokrat itu besar karena figur SBY. Jadi harusnya tidak perlu ditakutkan," ungkapnya.
Begitu juga di parlemen. Karena sementara pengamat menilai bahwa SBY, masih memegang kendali di Partai Demokrat saja kerap disibukkan oleh manuver-manuver partai-partai di DPR, terutama dari partai oposisi, apalagi kalau SBY sudah keluar dari Demokrat. SBY akan semakin digoyang. Terhadap hal itu, Hanura menampik.
"Walaupun kita partai oposisi, kalau memang beliau memimpin menunjukkan ada perbaikan terhadap perekonomian masyarakat, kita juga sudah pasti harus mendukung. Tak perlu ditakutkan itu," janji Sekretaris Fraksi Hanura ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: