PPP: Pak SBY Jangan Lagi Urus Demokrat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 13 Juli 2011, 08:59 WIB
PPP: Pak SBY Jangan Lagi Urus Demokrat
Ahmad Yani/ist
RMOL. Setiap partai memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan persoalan internal yang sedang dihadapi. Begitu dengan Partai Demokrat. Karena itu, tidak selayaknya partai lain itu menanggapi kasus kemelut yang sedang dihadapi partai lain, meski sesama bagian dari partai koalisi.

"Saya kira kita kan tidak bisa mengurusi urusan internal partai masing-masing peserta koalisi. Mereka punya mekanisme untuk menyelesaikan urusan mereka," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu .

Meski mengakui bahwa itu adalah urusan internal Demokrat, politisi muda ini tetap memberikan sumbang saran kepada partai pemimpin koalisi itu.

"Seharusnya memang Anas, sebagai ketua umum harus tampil untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Partai Demokrat. Supaya tidak menganggu pikiran, fokus Pak SBY dalam rangka mengelola negara ini. Seharusnya kemarin Anas yang harus tampil bukan Pak SBY," imbuh Yani.

Namun, karena keterlambatan Anas tampil, akhirnya SBY yang mengambil alih. Untuk itu, ke depan hal itu tidak boleh lagi terjadi. Anas harus tampil ke publik memberikan pernyataan tentang kemelut yang terjadi di partai berlambang bintang mercy itu.

"Berikutnya Pak SBY, saya kira tidak perlu lagi mengurus Partai Demokrat. Secara operasional, kan sudah ada ketuanya. Biar Pak SBY fokus menyelesaikan perkara-perkara, contohnya korupsi yang dia sendiri berjanji akan memimpinya," demikian mantan calon ketua umum PPP ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA