"SBY kan Pembina Partai Demokrat, otoritas tertinggi. Sebagian energinya tersita ke sana. Harusnya biarlah yang lain saja mengurus itu. Presiden kita ini nggak. Dia masih tetap bertahan di situ," kata Wakil Ketua DPD La Ode Ida kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
"Pejabat publik itu kan harus fokus pada jabatannya kan. Karena rakyat itu memilih dia, membayar dia untuk mengurus kepentingan publik. Kalau masih mengurus, atau sebagian waktunya tersita mengurus kepentingan kelompok itu artinya dia menyalahi hakikat mandat rakyat. Itu yang saya pahami," tambah senator asal Sulawesi Tenggara ini.
Mantan aktivis ini sebenarnya masih bisa memaklumi SBY tetap menjabat di Partai Demokrat. Asalkan, partainya itu bersih dari korupsi dan SBY mengomandoi melalui partai untuk menjadikan pemerintahan yang juga bersih dan bebas dari korupsi.
"Ini kan tidak. Justru partainya yang sekarang ini terbukti, sebagian oknum di dalamnya terlibat dalam mafia, seperti Nazaruddin itu. Itu artinya, dia sudah menyita waktu untuk partai, untuk kepentingan kelompok dan dia juga menjadikan partainya itu dihuni oleh sebagian oknum mafia," tegasnya.
Lalu apa rekomendasi dan saran Anda?"Sebetulnya, (SBY) tidak perlu terjebak dalam mengurus itu lagi. Jadi Presiden sajalah. Dia kan sudah dipilih jadi Presiden. Dia harus bersikap netral untuk semuanya," tandas La Ode.
[zul]
BERITA TERKAIT: