Dan di antara peserta Rakornas itu sebelumnya sudah mengkhawatirkan bila Rakornas berubah menjadi ajang Kongres Luar Biasa untuk mendongkel Anas Urbaningrum.
"Tentu ada kekhawatiran yang saya dengar dari banyak anggota DPD terhadap kemungkinan perubahan Rakornas ke KLB," kata pengamat politik Burhanuddin Muhtadi di
Metro TV petang tadi.
Burhan memang tidak bersedia menyebut siapa yang menginformasikan kepadanya soal adanya kekhawatiran tersebut. Tapi, menurutnya, Rakornas harusnya menjadi ajang konsolidasi kekuatan internal Partai Demokrat dan jangan sampai dijadikan sebagai ajang KLB, sebagaimana dikhawatirkan sebagian pengurus DPD Partai Demokrat tersebut.
"Jadi SMS (Marzuki ke SBY) itu jangan-jangan mengonfirmasi, pertama, soal adanya faksionalisasi (di tubuh Demokrat). Kedua, soal motif politik. Saya tahu mungkin Pak Marzuki tak sedalam itu. Tapi kalau misalnya, arahnya ke sana (KLB), itu membuat Demokrat makin terkoyak," demikian Burhan.
[zul]
BERITA TERKAIT: