SUAP SESMENPORA

Nazaruddin dan Misteri Paul Penyetor Jatah Rp 9 Miliar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 02 Juli 2011, 16:50 WIB
<i>Nazaruddin dan Misteri Paul Penyetor Jatah Rp 9 Miliar</i>
m nazaruddin/ist
RMOL. M. Nazaruddin kembali menyerang koleganya di partai Demokrat ikut menikmati uang pembangunan wisma atlit di Jakabaring Palembang.

Bekas Bendahara Umum Demokrat itu menyebut Anas Urbaningrum (Ketua Umum Demokrat), Andi Mallarengeng (Menpora), Angelina Sondakh (anggota Komisi X dan Badan Anggaran DPR fraksi Demokrat), Mirwan Amir (Wakil Ketua Badan Anggrana DPR fraksi Demokrat) dan Mohammad Jafar Hafsah (Ketua Fraksi Demokrat) ikut menikmati uang jatah dari proyek senilai Rp 199 miliar untuk penyelenggaraan Sea Games itu.

Melalui pesan BlackBerry yang dikirimnya dari Singapura, Nazaruddin menyebut uang jatah yang mereka terima berasal dari kantong Sesmenpora. Uangnya dikirim oleh orang kepercayaan Sesmenpora Wafid Muharam. Siapa orangnya, Nazaruddin tak merinci.  Namun dipastikan, kata Nazaruddin, Rp 9 miliar diantara uang yang dibagi-bagikan itu berasal dari Paul. Siapa Paul? Sayangnya Bos Mindo Rosaline Manullang itu tak merincinya.

Diberitakan banyak media, ada dua Paul yang diduga ikut terlibat dan ikut bermain dalam proyek di Kementrian Pemuda dan Olahraga. Yakni Paul Iwo dan Paul Nelwan.  

Sehari setelah penangkapan Wafid, Rosa dan Mohammad Idris (Direktur Marketing PT Duta Graha Indah Tbk) oleh petugas KPK, tepatnya tanggal 22 April 2011, dugaan keterlibatan Paul Iwo sudah mencuat. Owner PT Triofa Perkasa, perusahaan yang terletak di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur itu dan bergerak dibidang pengadaan alat-alat olahraga itu beberapa kali menelepon Mohammad Idris untuk meminta segera menyerahkan uang 'balas jasa' kepada Wafid.

"Dia (Paul) siap menjadi saksi," kata Erman, pengacara Wafid kepada Rakyat Merdeka Online, (Rabu 4/5).

Sementara Paul Nelwan diketahui sebagai pengusaha juga. Namanya tak asing di dunia olahraga nasional karena cukup aktif di Komite Olahraga Nasional Indonesia. Paul Nelwan-lah, kata Erman, yang pertama kali memperkenalkan Wafid kepada Rosa.  

"Harus diingat, dia (Paul Nelwan) ini bukan sembarang orang. Dia orang dunia olahraga juga. Dia pengurus KONI. Dia memberikan talangan (Kemenpora) juga," beber Erman lagi, (Senin, 23/5).

Paul manakah yang dimaksud Nazaruddin? Apakah Paul Nelwan atau Paul Iwo pemilik uang Rp 9 miliar yang kemudian dibagi-bagikan Wafid melalui orang kepercayaannya kepada kolega-kolega Nazaruddin seperti yang disebutkan diatas itu.  

Terlepas dari Paul mana yang dimaksud Nazaruddin, yang pasti  Paul Nelwan dan Paul Iwo sudah pernah diperiksa tim penyidik KPK. Bahkan keduanya pernah diperiksa dalam waktu yang bersamaan, yakin pada Senin 23 Mei lalu. Pertanyaan lanjannya, apa peran masing-masing Paul tentu jadi tugas penyidik KPK. Tapi bisa jadi juga KPK sudah mengantongi bukti dugaan keterlibatan kedua Paul itu jauh sebelum Nazaruddin mengungkapkan nama mereka. [dem] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA