"Saya bukan ahli peneliti, tapi berdasarkan pemantauan di lapangan memang rakyat banyak yang kecewa," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Pur) TB Hasanuddin, kepada
Rakyat Merdeka Online, Selasa pagi (28/6).
Sebagai pimpinan komisi DPR yang membidangi keamanan, TB menyaksikan sendiri kejahatan dengan kekerasan semakin meningkat seiring dengan penegakan hukum yang amburadul. Semakin hari rakyat malah semakin tidak percaya pada aparat hukum.
"Lapangan kerja? Juga semakin sulit apalagi ketika banyak pabrik dan perusahaan tutup akibat berbagai banyak hal," ujar TB.
Di bidang luar negeri, TB menyimpulkan, perlindungan terhadap WNI di luar negeri telah gagal. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, WNI yang bekerja di luar negeri terutama pada sektor domestik tidak mengalami perlindungan maksimal dari perwakilan pemerintah di negara tempat mereka bekerja.
"Lihatlah negara gagal menyelamatkan Ruyati," ucap TB.
Belum lagi persoalan ekonomi rakyat sehari-hari. Dari pengamatannya, harga Sembako hampir tiap bulan naik tidak sesuai penghasilan masyarakat. Begitu juga persoalan di bidang pendidikan yang sebetulnya menyerap dana APBN cukup besar belum juga dinikmati rakyat kecil karena sekolah-sekolah rakyat jelata masih memungut bayaran yang cukup tinggi.
"Pemberantasan korupsi malah jalan di tempat, terkesan wacana
doang, pembentukan Satgas-Satgas menambah masalah menjadi bias," pungkasnya.
Menurut TB, semua masalah di atas adalah akibat dari kebijakan pemerintah yang hanya mementingkan pencitraan. Sehingga Presiden SBY kehilangan kontrol atas kerja pembantu-pembantunya yang cari selamat masing-masing.
[ald]
BERITA TERKAIT: