Demikian dikatakan pengamat politik dari The Indonesian Institute Abdurrohim Ghazali kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 27/6).
"Cuman menurut saya, dia tidak akan meninggalkan partai. Partai itu kan ibaratnya tangga. Partai Demokrat ini posisinya beda dengan partai lain. Beda dengan posisi Hatta (Rajasa) di PAN, posisi Ical (Aburizal Bakrie) di Golkar. Dia (Partai Demokrat) benar-benar merupakan tangga. Kalau dia (SBY) lempar tangganya, dia bisa jatuh itu," katanya.
Karena itu, sangat tidak realisitis secara politik kalau SBY sampai meninggalkan partai yang didirikannya itu. Rohim mengingatkan, saat masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat saja dia kerap digoyang oleh lawan-lawan politik, apalagi kalau sudah tidak punya jabatan di Demokrat.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: