SBY Bisa Terjungkal Kalau Tinggalkan Demokrat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 27 Juni 2011, 10:32 WIB
SBY Bisa Terjungkal Kalau Tinggalkan Demokrat
sb yudhoyono/ist
RMOL. Sebagai Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono memang harus konsentrasi penuh untuk menjalankan pemerintahan dan melaksanakan semua janji-janjinya. Apalagi, saat ini kinerja pemerintahannya sedang mendapat sorotan. Karena itulah, tuntutan sebagian kalangan agar SBY sebaiknya meninggalkan jabatan di Demokrat supaya konsen dalam menjalankan roda pemerintahan mendapatkan basis legitimasinya.

Demikian dikatakan pengamat politik dari The Indonesian Institute Abdurrohim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 27/6).  

"Cuman menurut saya, dia tidak akan meninggalkan partai. Partai itu kan ibaratnya tangga. Partai Demokrat ini posisinya beda dengan partai lain. Beda dengan posisi Hatta (Rajasa) di PAN, posisi Ical (Aburizal Bakrie) di Golkar. Dia (Partai Demokrat) benar-benar merupakan tangga. Kalau dia (SBY) lempar tangganya, dia bisa jatuh itu," katanya.

Karena itu, sangat tidak realisitis secara politik kalau SBY sampai meninggalkan partai yang didirikannya itu. Rohim mengingatkan, saat masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat saja dia kerap digoyang oleh lawan-lawan politik, apalagi kalau sudah tidak punya jabatan di Demokrat. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA