Meski memang, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang lebih banyak terkuras energinya.
"Sebetulnya, jabatan ketua umum disebut karena tugasnya yang paling banyak. Kalau jabatan Dewan Pembina mestinya tugasnya tidak banyak. Jadi mestinya (jabatan ketua dewan pembina) dibedakan dengan ketua umum. Jadi saya kira situasinya agak berbeda walaupun belakangan ya waktu SBY agak tersita juga karena persoalan internal (Demokrat)," kata pengamat politik M Qodari kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin petang.
Karena itu, menurut pendiri Indo Baro Meter ini, Anas Urbaningrum yang harus banyak turun langung untuk mengurusi partai berlambang bintang mercy tersebut. Sedangkan SBY hanya kepada simbol.
"Sebetulnya mestinya (energi SBY) nggak (terkuras untuk Demokrat). Dia lebih kepada simbol. Mestinya kita kembalikan fokus pada Ketua Umum. Memang jabatan ketua umum antarpartai politik itu bervariasi. Tapi intinya adalah jabatan yang paling sibuk terhadap berputarnya roda organisasi adalah ketua umum," tandasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: