Karena, kata bakal calon gubernur dari Partai Golkar, Tantowi Yahya disela-sela acara Gathering Cinta Jakarta di Bumi Harum Manis, Lebak Bulus, Jakarta Selatan tadi malam, Golkar ingin menang dalam pemilihan gubernur kali ini.
"Kalau kalah, citranya partai akan tidak baik. Partai bersungguh-sungguh dalam melakukan survei ini. Supaya dapat calon yang benar-benar disuka atau didukung masyarakta. Saya yakin dan percaya ini akan dilakukan dengan sangat fair dan sportif," ungkapnya.
Karena itu dia yakin Golkar tidak akan mengusung calon dengan alasan kedekatan hubungan kekeluargaan dengan Ketua Umum DPP Partai, Aburizal Bakrie. Salah satu bakal calon Golkar adalah Prya Ramadhani. Prya, Ketua Umum DPD Golkar Jakarta, merupakan besan Ical, panggilan Aburizal Bakrie.
Kalau Golkar menentukan orang yang akan diusung berdasarkan hubungan kekeluargaan, bagi Tantowi itu sama sama Golkar melakukan bunuh diri politik dan kembali ke zaman batu. Meski begitu, dia mengakui, bisa saja Prya yang diusung, tapi bukan karena besan Ical, melainkan orang yang paling disukai masyarakat berdasarkan survei.
"Pak Prya bisa saja diusung, kalau Pak Prya memang paling tinggi (hasil survei). Tapi kalau dia diusung karena besannya Pak Ical, saya rasa bunuh diri Golkar. Golkar melakukan hara kiri. Itu sama saja kembali ke zaman batu. Partai terbuka, modern sangat nasional menggunakan sistem itu. Saya kira akan bunuh diri. Perjuangan yang sudah dibangun selama ini akan bilang dalam sekejap. Saya kira tidak lah itu," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: