Saat ini, kata Sheikh Nasrullah, pihaknya juga tengah menyelidiki orang ketiga yang juga diduga melakukan mata-mata untuk CIA. Nasrullah mengatakan bahwa ketiga orang tersebut telah ditahan, namun apa yang mereka lakukan tidak terlalu membahayakan bagi bocornya kemampuan militer Hizbullah.
Nasrallah menuduh Amerika melakukan langkah tersebut demi Israel yang selama ini gagal menyusup ke Hizbullah sehingga membuat Israel berpaling ke CIA untuk meminta bantuan. Hal itu, kata pemimpin Hizbullah yang selalu menyampaikan pesan dari tempat yang dirahasiakan itu, menunjukkan bahwa kedutaan Amerika di Beirut menjadi pusat mata-mata untuk Israel.
"Informasi yang diminta oleh pejabat-pejabat CIA dari para anggota (Hizbullah) tidak berguna bagi pemerintah AS, yang menjadi perhatian Israel adalah informasi militer untuk perang," jelas Nasrallah, seperti dikutip BBC (Sabtu, 25/6).
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: