Perjalanan selama seminggu ini dipimpin oleh seorang penyair bernama Javier Sicilia, yang putranya diduga tewas dibunuh oleh kelompok geng narkoba.
Sicilia dan sekitar 500 lainnya menandatangani sebuah pakta yang meminta pemerintah untuk berbuat lebih banyak lagi dalam menghentikan kekerasan, yang melanda Meksiko dengan memerangi korupsi, memperbaiki sistem peradilan dan melemahkan kartel dengan menyita aset dan memblokir pencucian uang, bukan dengan mengerahkan militernya.
Sicilia ingin tentara Meksiko ditarik dari jalanan untuk mengakhiri perang melawan kartel narkoba. Menurutnya kebijakan Presiden Felipe Calderon untuk memerangi peredaran narkoba di negara tersebut hanya akan menambah jumlah korban sipil yang tak berdosa.
Menanggapi tuntutan Sicilia, Presiden Calderon mengatakan bahwa penarikan tentara bukanlah suatu pilihan, walaupun hampir 35.000 orang telah tewas dalam kekerasan terkait narkotika sejak Calderon mengerahkan tentara dalam perang melawan kartel pada tahun 2006 lalu.
"Ini adalah awal dari sebuah gerakan perlawanan sipil untuk mengubah kesadaran dan untuk memulai dialog, karena tidak adanya kebijakan pemerintah (yang signifikan dalam menangani kasus kartel narkoba)," ujar Sicilia setelah konvoi tiba di Ciudad Juarez, seperti dikutip BBC (Sabtu, 11/6).
Sicilia juga mengatakan akan membuat aksi unjuk rasa lebih besar jika politisi Meksiko tidak segera menunjukkan komitmen untuk mengubah strategi mereka.
[dem]