Tank-tank aparat telah melepaskan tembakan di Maarat al-Numan, daerah bagian utara Suriah yang menyebabkan sejumlah demonstran tewas dan banyak di antaranya yang mengalami luka-luka.
Tindak kekerasan itu terjadi, ketika pasukan pemerintah mulai melancarkan operasi militer di kota kecil di dekat Maarat al-Numan. Ini dilakukan militer pemerintah setelah sebelumnya polisi mengatakan bahwa 120 personil keamanan terbunuh di wilayah tersebut.
Dilaporkan 15 orang aktivis di antaranya tewas di Provinsi Idlib, bagian utara Suriah. Kebanyakan dari mereka terbunuh di Maarat al-Numan, di mana tank-tank aparat keamanan membabi-buta menembaki masa demonstrasi. Tak hanya dengan tank, aparat keamanan juga menggunakan helikopter untuk membubarkan demonstran dengan menembaki mereka.
Sementara itu, lima demonstran anti pemerintah terbunuh di kota pesisir Latakia dan di sekitarnya. Dua warga tewas di tangan aparat keamanan di Provinsi Deraa dan empat lain terbunuh di distrik Qaboun di ibukota, Damaskus.
Demonstrasi massal untuk menentang rezim Presiden Bashar al-Assad bergulir sejak bulan Maret dan belakangan menjadi peristiwa mingguan pasca salat Jumat. Lembaga-lembaga pembela HAM mengatakan lebih dari 1.300 orang meninggal ketika pemerintah mencoba membungkam aksi penentangan, kebanyakan dari mereka warga sipil tidak bersalah. Pemerintah Suriah menepis jumlah yang dipublikasikan aktivis HAM dan menyatakan bahwa sekitar 500 orang personil keamanannya telah tewas dalam insiden di Suriah yang terjadi Maret lalu.
Kini, ratusan warga sipil pergi mengungsi ke Turki untuk menyelamatkan diri dari serangan tersebut. Kondisi ini membuat PM Turki Recep Erdogan yang sebelumnya malas mengkritik pemerintahan Suriah terpanggil untuk melakukan sebuah pernyataan sikap. Dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh kantor berita resmi Turki, Recep mengatakan bahwa rezim Assad telah melakukan kekejaman terhadap demonstran anti pemerintah.
"Mereka tidak bertindak secara manusiawi. Ini adalah kebiadaban," ujar PM Turki Erdogan seperti dilansir BBC (Sabtu, 11/6).
[dem]
BERITA TERKAIT: