Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo mengungkapkan, kalimat bersayap lainnya dari pidato itu adalah tentang pengakuan bahwa SBY bukan calon presiden tahun 2014.
"Lalu, kalau rakyat menghendaki dengan mendorong perubahan UUD 1945 atau amandemen kelima khususnya soal perubahan periodesasi 2 x menjadi maksimum 3 x, bisa saja terjadi," katanya siang ini.
"Mengingat fostur politik di DPR dikuasai mayoriyas partai koalisi. Sebab, kata kunci yang disampaikan Presiden kemarin adalah, "Semua mekanismenya kita serahkan kepada rakyat melalui demokrasi. Semua terserah kepada rakyat'," sambung anggota Komisi III DPR ini.
Berdasarkan pemaparan di atas, lanjut Bamsoet, demikian ia akrab disapa, dalam politik terkadang apa yang diucapkan belum tentu itu yang dimaksudkan. Bahkan seringkali yang terjadi adalah sebaliknya.
"Jadi, hati-hati dalam memaknai apa yang diucapkan. Apalagi itu soal pencapresan. Bisa saja itu hanya strategi agar tidak terus jadi sasaran tembak dan sasaran pembusukan oleh kelompok tertentu atau pihak-pihak yang kini berambisi nyapres. Sebab dalam politik, kemenangan bukan ditentukan di awal permainan. Melainkan sangat tergantung pada permainan di tikungan terakhir," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: