Tahun 2004 SBY juga Pernah Janji Tak akan Nyapres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 10 Juni 2011, 15:24 WIB
Tahun 2004 SBY juga Pernah Janji Tak akan Nyapres
sby/ist
RMOL. Meski sebagian kalangan mengapresiasi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin, tapi ada juga yang seperti meragukan apakah betul istri dan anaknya tidak akan maju pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Pasalnya, pidato SBY di hadapan para pemimpin muda itu banyak kalimat bersayap.

"Apa yang disampaikan Presiden kemarin itu bahasa bersayap. Jangan terpaku pada kalimat bahwa 'istri dan anak' tidak maju serta tidak mempersiapkan siapa penggantinya," kata Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo siang ini (Jumat, 10/6).

Menurutnya, yang harus dicermati dari pernyataan SBY kemarin itu adalah kalimat-kalimat yang bersayap. Misalnya, SBY mengatakan, "Siapapun punya hak konstitusional," dan,"Semua diserahkan kepada keinginan rakyat."

"Jadi, kalau rakyat, dalam hal ini konstituen Partai Demokrat meminta ibu (Ani Yudhoyono) atau siapapun maju, kan tidak salah. Itulah pintu masuknya. 'Kalau rakyat menghendaki, mengapa tidak'," kata Bamsoet, demikian ia akrab disapa. 

Anggota Komisi III DPR mengatakan hal tersebut berkaca dari pengalaman tahun 2004 lalu.

"Kita dulu juga tentu masih ingat, saat SBY mangatakan kepada Presiden Megawati dan juga kepada publik, tidak akan maju dalam pilpres 2004. Faktanya SBY maju dengan alasan didukung dan dikehendaki oleh rakyat," tandas Bamsoet. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA