Seingat Panda, KPK pernah gagal mengangkut balik Anggoro Widjojo, pelaku korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT).
"Kalau lihat pengalaman Anggoro kan dosanya lebih banyak. Dia menghambat ini menghambat itu. Tapi sampai sekarang Anggoro dimana, tidak jelas?" cibir Panda, ketika dijumpai, sebelum menjadi saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Rabu (25/5).
Panda menilai, gembar-gembor upaya ekstradisi yang dilakukan Busyro Muqoddas Cs tak lebih dari pencitraan belaka. Hal itu juga tidak lebih dari proses pencariaan dukungan politik.
"Tidak usah ngibulin. Mau hubungan internasional apa interpol, Anggoro sampai sekarang di mana? Gak masuk akal lah. Saya lihat pimpinan KPK saat ini lebih banyak main politik," demikian Panda.
[yan]