Demikian dikatakan Jurubicara Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat! 20/5).
"Memang banyak kader-kader Gerindra menyayangkan kenapa Pak Muchdi pindah padahal tenaga dan pikirannya sangat dibutuhkan di Gerindra. Kita memerlukannya karena itu kami merasa kehilangan," ungkap anggota Komisi III DPR ini.
Meski begitu, pihaknya menghormati sikap DPP PPP yang tidak menganggap sah hasil pemilihan Ketua Umum Wilayah Papua, yang menempatkan Muchdi sebagai ketua umum partai yang dipimpin Suryadharma Ali tersebut.
"Kita menghargai apa pun yang diputuskan di PPP. Tetapi, Pak Muchdi itu adalah kader dan pendiri Gerindra yang sebenarnya sudah teruji untuk membesarkan satu partai," jelasnya.
Kepindahanan Muchdi ke PPP menuai kecurigaan banyak pihak. Dia ke PPP diduga, selain mengincar kursi Ketua DPW Papua partai Kabah, juga untuk memuluskan Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden pada Pilpres 2004. Karena bila dipimpin Muchdi, PPP akan mendukung Prabowo. Saat dimintai tanggapan atas dugaan tersebut, Martin menjawab diplomatis.
"Saya yakin benar bahwa ketulusan yang memotivasi Pak Muchdi ingin bergabung dengan PPP. Ada rasa keterpanggilan untuk ikut memperkuat peranan PPP dalam kancah politik nasional," jawabnya.
[dry]
BERITA TERKAIT: