"Itu pernah saya sampaikan, bahwa foto itu betul. Saya tidak tahu lokasinya di mana. Tapi itu ada kayak di sebuah kafe sedang memesan beberapa minuman. Dan kalau dilihat minumannya, bukan alkoholik, kalau nggak salah
soft-drink atau jus," jelas pakar telematika, Roy Suryo, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 10/5).
Tapi, menurut Roy, berlebihan bila foto tersebut dipersoalkan. Karena foto itu adalah hal yang biasa.
"Kecuali ada foto Ibas bersama BCL seperti foto Briptu Kamaru dengan Lamasu yang terakhir ini, baru silahkan itu sebagai koreksi dan saya ikut menyesalkan. Tapi kalau foto Ibas itu saya tidak menyesalkan. Itu kan barengan, berlima atau berapa itu," papar politisi Demokrat ini.
Selain itu, masih kata Roy, bila ada orang yang meminta untuk foto bersama tak mungkin untuk ditolak. Justru, kalau ditolak, hal itu menjadi tanda tidak baik.
[yan]
BERITA TERKAIT: