Mereka akan kembali menyebarkan selebaran yang juga memuat foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang menggaruk-garuk, foto anak-anak pejabat yang bermewah-mewah yang dikontraskan dengan foto gambaran kemiskinan di negeri ini.
"Kami tidak takut ancaman penangkapan yang mereka lakukan," ujar aktivis Bendera, Mustar Bona Ventura kepada
Rakyat Merdeka Online, (Senin, 9/5).
Bahkan dalam aksi berikutnya ini, terang Mustar, Bendera akan membagi-bagikan selebaran itu dalam jumlah besar. Bila sebelumnya mereka mencetak satu rim atau 500 lembar, selanjutnya mereka akan cetak sebanyak 2 rim. Hal ini karena banyaknya permintaan dari beberapa daerah di Indonesia.
"Kami akan cetak dua kali lipat dari sebelumnya. Karena banyak permintaan. Kita akan bagikan terus," ungkapnya.
Daerah yang dimaksud Mustar adalah Jawa Timur, Jambi Medan, Banjarmasin, dan Palembang. Permintaan itu terangnya datang dari masyarakat umum dan juga jaringan Bendera sendiri. "Kami akan bagikan dalam waktu dekat. Ini kan sedang mau dicetak dulu," jelasnya.
Apa tujuan Anda menyebarkan selebaran yang memuat foto-foto tersebut?"Sama seperti yang semula, bahwa pemerintahan ini gagal total (gatal) dan tidak bisa dipertahankan lagi. Makanya, di selebaran itu kita urai (alasan kegagalan) dengan utuh. Supaya masyarakat tahu. Ini pendidikan politik untuk masyarakat," tandasnya.
Selain memuat foto SBY dan Ibas, selebaran itu juga memuat anak Zulkifli Hasan sedang main judi; ada anak Aburizal Bakrie berpesta di jet pribadi. Foto-foto itu dikontraskan dengan gambaran kemiskinan. Yaitu, foto orang Papua yang kekurangan makan, foto pembagian zakat di Pasuruan yang menewaskan banyak orang, karena saling berhimpitan.
[zul]
BERITA TERKAIT: