Dodo dan Pacul, nama dua aktivis Bendera itu, ditangkap pada Jumat petang akhir pekan lalu.
"Mereka betul-betul mendapat intimidasi yang sangat luar biasa. Mereka dibawa ke kantor Kelurahan Gelora (Senayan), dikepung satuan Kodim dan Kepolisian dari Polda, juga ada preman," ujar aktivis Bendera, Mustar Bona Ventura kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 9/5).
Setelah itu, lanjut Mustar, kedua temannya itu dibawa ke Polda Metro Jaya lewat pintu belakang. Keduanya diperiksa, bahkan di-BAP, karena menyebarkan selebaran tersebut.
"Mereka (Polisi) sangat keberatan terhadap materi yang kita buat. Yaitu gambar-gambar anak pejabat yang hidup mewah dan dikontraskan dengan kemiskinan," katanya.
Polisi menyangkakan keduanya dengan pasal penghinaan kepada Kepala Negara. Karena dua aktivis Bendera itu dianggap telah melakukan pelecehan kepada Kepala Negara. Meski, Mustar menganggap pasal itu sebagai pasal karet.
Selain memuat foto SBY dan Ibas, selebaran itu juga memuat anak Zulkifli Hasan sedang main judi; ada anak Aburizal Bakrie berpesta di jet pribadi. Foto-foto itu dikontraskan dengan gambaran kemiskinan. Yaitu, foto orang Papua yang kekurangan makan, foto pembagian zakat di Pasuruan yang menewaskan banyak orang, karena saling berhimpitan.
[zul]
BERITA TERKAIT: