NII Muncul Karena Pemerintah Lemah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 07 Mei 2011, 17:59 WIB
NII Muncul Karena Pemerintah Lemah
fadli zon/ist
RMOL. Gagasan-gagasan Negara Islam sebagai alternatif bentuk negara kesatuan yang diadopsi Indonesia muncul karena pemerintahan yang lemah.

"Kalau NKRI lemah bisa saja muncul hal-hal semacam ini. Tidak hanya Negara Islam, gagasan federalisme juga pernah muncul, seperti (yang pernah mengemuka) di masa lalu. Dan ini adalah satu pintu masuk bagi disintegrasi nasional," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon usai diskusi Forum Dialog Indonesia (FDI), di Fadli Zon Library, Jalan Danau Limboto 96, Bendungan Hilir, Jakarta (Sabtu, 7/6). Hadir beberapa politisi muda yang tergabung dalam FDI, seperti Yuddy Crisnandi, Teguh Juwarno, dan Tantowi Yahya.

Karena itu, yang paling penting untuk dilakukan saat ini adalah membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi satu institusi negara yang kuat.

"Yang penting bagaimana rakyat bisa sejahtera, bisa mendapatkan lapangan kerja, dan juga rakyat mendapatkan kesempatan yang sama kepada kekayaan, dan lain-lain," ungkapnya merinci ciri-ciri pemerintahan yang kuat.

"Kita ini seperti orang yang flu. Kalau badan kita lemah, kita mudah kena flu. Kalau kuat, kalau pun ada virus dalam tubuh kita, tidak akan menjadi penyakit," katanya mengibaratkan.

Namun, bukan berarti Fadli melegitimasi adanya ideologi-ideologi lain yang ingin membentuk negara saat ini. Menurutnya, kalau memang ada usaha-usaha untuk melakukan penyimpangan ideologi bangsa, sudah seharusnya ada penegakan hukum yang tegas.

"Kalau hukum tidak tegas, ini akan dilakukan oleh pihak-pihak lain. Karena menganggap, toh pemerintah tidak melakukan apa-apa. Ini yang saya kira sangat membahayakan," tandas politisi muda ini.[arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA