"Yang melegalkan ganja cuma Belanda. Kita pasti tidak ikut Belanda. Itu kan masih tetap berbahaya karena ada takaran tertentu yang sangat berbahaya," ujar JK di sela kegiatan operasi katarak gratis, di RSCM, Jakarta, Sabtu (7/5)
Ketua Palang Merah Indonesia ini tidak menutup fakta bahwa ganja alias
cannabis sativa selama ini digunakan masyarakat untuk penambah selera dan obat-obatan.
"Bisa jadi penambah selera. Tapi tetap dilarang untuk disalahgunakan, untuk obat boleh tapi tidak untuk disalahgunakan," tegasnya.
Menurutnya, aspirasi legalisasi ganja dihargai dalam negara demokrasi termasuk Indonesia.
"Anda juga boleh usulkan, tapi negara tetap punya aturan. Indonesia ini negara demokratis. Orang boleh bilang macam-macam tapi tetap kepentingan nasional lebih penting," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: