Demokrat: Ide dan Gerakan NII Tak Bisa Dipukul Rata

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 04 Mei 2011, 09:02 WIB
Demokrat: Ide dan Gerakan NII Tak Bisa Dipukul Rata
ramadhan pohan/ist
RMOL. Setiap organisasi yang tidak mengakui atau bahkan ingin mengganti empat pilar bangsa yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, maka organisasi tersebut musuh semua anak bangsa.

"Negara Islam Indonesia (NII) adalah sebuah gerakan yang mengusung paham di luar empat pilar negara kita. Jadi (gerakan) NII atau apa pun namanya yang menyimpang dari empat pilar, berarti adalah ancaman dan musuh bagi kita," kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa malam (3/5).

Menurut Ramadhan, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk menumpas gerakan NII. Pertama, dengan menggunakan pola soft power, yaitu lewat dialog dan melakukan komunikasi serta pembinaan kepada masyarakat. Kedua, dengan pendekatan hukum. Bila ditemukan ada orang yang merongrong empar pilar bangsa harus ditindak.

Saat ditanya kenapa belum terlihat ada tindakan nyata dari pemerintah dan penegak hukum, Ramadhan berkilah.

"Nah ini dia, sekarang ini gerakannya mana. Mana dia. Inikan bermula dari pelaku teror yang lalu (Pepi Fernando), kelompok baru. (Ditemukan) ada di situ berkas-berkas yang terkait dengan NII. Tapi kan belum terang disana," terangnya.

"Saya kira intelijen sudah bekerja kok, polisi sudah bekerja. Kalau ada misalnya NII melakukan manuver, langsung ditangkap saja. Tapi kalau misalnya, masih dalam bentuk ide, masak langsung ditangkap. Nggak mungkin. Jadi kita lihat secara proporsional saja," demikian Ramadhan. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA