Karena itu, sebagian besar masyarakat menilai sudah waktunya terjadi perubahan mendasar di segala lini. Hal ini diperlukan agar rakyat bisa memperoleh hak-hak dasar dan kehidupan yang layak. Untuk itu, mundurnya SBY-Boediono adalah suatu keniscyaan yang tak Bisa ditunda-tunda lagi.
Demikian benang merah pendapat sejumlah tokoh serikat pekerja dan mahasiswa pada acara Pertemuan Serikat Pekerja/Buruh dan Mahasiswa, di Jakarta Media Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat (Kamis, 28/4).
Mereka yang hadir pada acara tersebut antara lain perwakilan dari Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (FSP-BUMN), Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit (SP-TSK), Serikat Karyawan Merpati, dan Serikat Pekerja Metal.
Sedangkan dari kalangan pelajar/mahasiswa, antara lain Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM).
Pertemuan mahasiswa dan buruh ini sebagai persiapan untuk menyambut hari buruh 1 Mei mendatang.
[zul]
BERITA TERKAIT: