"Setahu saya tidak ada. Saya malah diundang masyarakat di sana untuk perayaan Maulid. Nggak ada itu, nggak ada laporan. Saya itu justru diundang oleh masyarakat Jombang," kata Munarman kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 25/4).
Dikutip dari situs
KBR 68 H, ratusan warga Jombang yang tergabung dalam Front Masyarakat menolak keberadaan Front Pembela Islam.
Munarman melanjutkan, kalau pun ada organisasi yang melarang FPI untuk berada di Jombang, organisasi itu berarti dibekingi Ahmadiyah dan kelompok liberal. Karena selama ini FPI ini berjuang membubarkan dua kelompok tersebut.
"Kalau pun ada yang melarang itu (pembela) Ahmadiyah. (Mereka) di belakang (Ahmadiyah). Karena FPI berjuang membubarkan Ahmadiyah dan geng liberalnya itu. Meraka kan berusaha melarang FPI. Jadi itu jelas, itu ditunggangi kelompok Ahmadiyah dan geng liberal," tegasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: