Untuk menghindari kader pindah ke partai lain, atau juga sebaliknya, kader partai lain bergabung, partai politik, termasuk Golkar harus membuat mekanisme yang bisa menutup peluang oportunis-oportunis tersebut bergabung.
"Golkar harus berikap lebih tegas lagi untuk menutup pintu bagi oportunis-oportunis politik dan karena itu Golkar harus memperbaiki sistem kaderisasi dan sistem rekruitmen dan memperkuat pendidikan politik," ungkap Ketua DPP Partai Golkar, Hajrianto Y Thohari kepada
Rakyat Merdeka Online tadi malam di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam merekrut kader baru, wakil ketua MPR ini mengingatkan, Golkar jangan hanya mengedepankan aspek ketokohan dan populatitas. Karena ternyata ketokohan dan popularitas seseorang bisa palsu belaka.
Dia menjelaskan, ada banyak kadernya yang menjabat kepala daerah tapi pindah ke partai lain. Sebaliknya, dia mengakui, Golkar juga pernah menerima kader partai lain. Dua hal itu harus diwaspadai. "Maka ketika menerima kader baru harus selektif dengan mengikuti jenjang kaderisasi yang ada di Golkar," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: