Menteri Koordinator Politik HuÂkum dan Keamanan, Marsekal (Purn) Djoko Suyanto menegasÂkan, pemerintah telah menyiapÂkan operasi militer untuk memÂbebaskan para sandera.
TNI sudah mengirim 401 perÂsoÂnel Kopassus dan Marinir. NaÂmun operasi peÂnyerÂbuan urung digelar, lantaran kapal Sinar Kudus sudah dibawa merapat ke pantai oleh pembajak.
Operasi militer yang dilancarÂkan berbarengan dengan opsi neÂgoisasi. Dijelaskan Djoko, pemeÂrintah meÂnerima kabar pembajaÂkan kapal Sinar Kudus pada 17 Maret sore, sedangkan kapal terÂsebut sudah dibajak sehari seÂbeÂlumnya.
Nah, sejak saat itu, pemerintah sudah menyiapkan langkah peÂnyeÂÂlamatan. “Direktif Bapak PreÂsiden adalah mengutamakan keÂselamatan awak kapal,†katanya.
Djoko mengungkapkan, pengiÂriÂman pasukan khusus dengan kaÂpal dilakukan karena saat itu kaÂpal Sinar Kudus dijadikan kapal inÂduk oleh pembajak untuk memÂbajak kapal lain. “Oleh karena kapal masih di laut lepas, opsi penyerbuÂan menÂjadi opsi yang dipilih dan disiapÂkan benar oleh TNI,†katanya.
Dua kapal diberangkatkan paÂda 23 Maret menuju Kolombo unÂtuk mengisi bahan baÂkar dan logistik.
“Karena harus fresh, pasukan diterbangkan dari Jakarta ke KoÂlombo,†tambah Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono.
Menurut Agus, kapal berisi paÂsukan Kopassus dan Marinir itu berangkat dari Kolombo pada 30 Maret menuju daerah operasi.
Namun pada 2 April, kapal SiÂnar Kudus sudah terlanjur dibawa merapat, sementara kapal TNI baru sampai di posisi lego pada 5 April. “Sebenarnya kami berhaÂrap ketemu di laut,†katanya.
Pasukan khusus yang dikirim terus mencari inforÂmasi lewat helikopter. Hasilnya, diperoleh inÂformasi kapal Sinar Kudus berÂada di antara delapan kapal lain yang juga dibajak di Puntland.
Dengan posisi seperti itu, lanjut Djoko, opsi melakukan peÂnyerÂbuan menjadi
complicated dan berisiko tinggi.
Selain itu, BIN dan Kemenlu juga ikut menggali informasi. Djoko mengatakan, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan satgas internasional yang ada di Teluk Aden. Djoko menolak jika operasi militer yang disiapkan gagal.
“Karena belum dilaksanakan. Saya tidak ingin ada kata-kata gagal. Tolong dipahami psikoloÂgis anak-anak (pasukan, Red) di lapangan,†tegasnya.
[RM]
BERITA TERKAIT: