"Orang lain jangan coba mengadu domba Pak SBY dan Pak Marzuki Alie. Kami dari Partai Demokrat kualitas komunikasinya sudah sangat baik," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 11/4).
Ruhut menjelaskan, pernyataan Presiden SBY pada hari Kamis lalu adalah imbauan untuk melakukan efesiensi penggunaan anggaran secara umum, tidak hanya untuk gedung DPR.
"Statemen Pak SBY itu secara keseluruhan harus hemat, jangan dulu ada kegiatan ke luar kota dan luar negeri. Itu umum," ungkapnya.
Dalam konteks itulah, Ruhut memuji kepemimpinan SBY. SBY, katanya memegang prinsip
win-win solution, atau
menang ora ngrasake (menang tanpa mengalahkan).
"Jadi rakyat tetap senang sama Bapak. Karena Bapak tetap memperhatikan rakyat," katanya.
Nah soal Marzuki Alie, lanjutnya, apa yang dilakukan oleh mantan Sekjen DPP Partai Demokrat itu sudah tepat. Karena Marzuki sudah melakukan semua tahapan yang diatur oleh mekanisme. Bahkan, katanya, rencana pembangunan gedung DPR itu sudah direncanakan pada masa Agung Laksono menjadi Ketua DPR. Tapi Agung Laksono tidak berani melanjutkannya.
"Di sinilah saya salut dengan Pak Marzuki Alie. Dia punya strategi keberanian dan manajemen yang baik," ujarnya.
Bagaimana sikap Demokrat terakhir soal pembangunan gedung DPR tersebut?"Kalau saya selama semua tahapan sudah dilakukan dan apa yang dikatakan Pak SBY, pembangunan gedung kalau memang mau ditunda, kita lihat dulu permasalahan.
Itu maksudnya semua gedung. Nah, kalau untuk gedung DPR aku pikir tidak ada masalah," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: